Sabtu, 08 Februari 2020

Mengajarkan Etika dan Adab pada Anak




 February 4, 2020 by adminsota

Etika atau adab itu adalah sebuah norma tentang sesuatu hal hubungan antara manusia dengan manusia yang lain, atau hubungan antara manusia dengan Alloh SWT, bahkan juga hubungan antara manusia dengan alam. Islam ternyata sudah mengajarkan kepada umatnya tentang adabadab ini dan mengatur sedemikian rupa, sehingga umat islam itu tinggal mengambil begitu saja adab-adab yang sudah diajarkan oleh islam melalui nabi Muhammad SAW. Ada banyak adab yang diatur oleh islam, karena islam itu agama yang sempurna, agama yang syamil, utuh, mengatur kehidupan manusia sejak manusia baru lahir, hingga manusia mati, sejak manusia bangun tidur hingga tidur lagi, sejak manusia masuk kamar mandi, atau ketika masuk ke istana negara, islam mengatur itu semua. Itu adalah etika atau adab adab yang harus dilakukan oleh umat islam di setiap kegiatan dan tempat. Dari adab yang sangat sederhana sampai adab yang sulit rumit itu juga ada aturannya dalam islam.

Ketika anak kita kecil, sebetulnya kita sudah bisa mengejarkan kepada dia bahkan sejak bayi tentang adab ini, sebagai contoh, anak kita bayi itu mesti setiap hari akan berganti baju, akan mandi, akan makan, ada adabadab yang bisa kita ajarkan dan biasakan kepada mereka sehingga mereka akan terbiasa dengan adab-adab dan etika itu. Contohnya, adab mengunakan pakaian atau memakai pakaian, kita mengajarkan kepada anak kita doa memakai pakaian, kemudian mengajarkan kepada dia memakai pakaian dimulai dari tangan yang kanan atau kalau memakai celana dimulai dari kaki yang kanan baru kemudian yang kiri. Maka itu merupakan adab yang kita ajarkan kepada anak kita.

Banyk orang tua yang tidak perduli adab adab ini, sehingga ketika memakaikan pakaian kepada anaknya tidak berdoa dan tidak dimulai dengan tangan yang kanan atau kaki yang kanan, dengan berbagai alasan entah mungkin tidak tahu, atau mungkin juga malas untuk memikir ini mau kaki kanan dulu atau tangan kanan dulu itu juga tidak, tapi kita itulah kita bisa mengajarkan anak kita tetang adab sejak dia kecil.

Masih dalam masalah berpakaian, kita juga bisa mengajarkan kepada anak kita menutup aurat, mungkin akan ada yang protes, “masih bayi masih anak kan ga papa kelihatan auratnya”, iya betul secara syariat secara fiqih memang masih bayi, anak-anak tidak perlu malu kelihatan auratnya, tetapi apabila kita mengajarkan kepada anak kita tentang konsep malu, itu juga tidak dilarang bahkan mungkin baik. Oleh karena kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita konsep malu menutup aurat dengan pakaian. Ada anak-anak yang sejak bayi anak laki-laki yang sudah dibiasakan untuk menutup aurat antara pusar hingga lutut. Sehingga baju-bajunya atau pakaian-pakaiannya selalu dibuat dalam konsep menutup aurat dari pusar sampai lutut, Ada juga orang yang sudah mulai mengajarkan anak perempuannya untuk memakai jilbab diusia bayi mungkin usia 2 bulan sudah dipakaikan jilbab oleh kedua orangtuanya. Ternyata si anak ketika sudah dewasa akan terbiasa menggunakan busana muslimah, tidak lagi repot kita memberi tahu bagaimana wajibnya dan sebagainya tidak karena mereka telah terbiasa, oleh karena itu yang harus kita ajarkan kepada anak kita sehingga kemudian anak kita betul-betul bisa menyelami dan memahami bahwa konsep pakaian itu bukan hanya sekedar fashion, tapi juga ada unsur menutup aurat dan juga ada adabnya bagaimana kita memakai pakaian. Itu yang pertama,

Baca Juga : Mendidik Anak Dalam Islam

Adab kedua yang perlu dipelajari oleh anak-anak kita dan kita biasakan untuk mereka adalah, bagaimana ketika adab makan dan minum. Kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita makan apa yang ada yang dimakan, tidak harus kemudian mencari-cari untuk supaya memuaskan lidah, tapi kita bisa mengajarkan kepada mereka bersyukur dengan apa yang sudah ada dihadapan kita. Dan juga ketika makan adab yang lain adalah berdoa dan menggunakan tangan yang kanan. Banyak orangtua yang tidak perduli tentang adab-adab ini, jadi adab makan itu, makan apa yang ada, kemudian yang kedua berdoa, duduk dan makan dengan tangan yang kanan. Banyak orang tua yang tidak begitu perduli dengan adab-adab ini, sehingga kalau kita liat banyak resepsi-resepsi pernikahan ataupun resepsi apapun pesta diselenggarakan dengan standing party, mereka berdiri, ini adalah salahsatu dimana kita beradab dalam makan dan minum. Kita harus mengajarkan dan membiasakan anak kita berdoa walaupun hanya doa ‘bissmillahirohmannirohim’, tetapi itu akan memberi berkah kepada makan yang dimakan dan akan menjauhkan syetan dari makanan yang kita makan, karena kalau kita makan tidak berdoa syetan akan ikut-ikut makan bersama dg kita, apalagi kita makan dg tangan kiri, syetan itu makan dengan tangan kiri. Itu yang kedua adab makan dan minum

Yang ketiga adalah adab berdoa, kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita adab berdoa, adab mendengarkan adzan, adab sholat, adab membaca Al-quran itu diajarkan dan dicontohkan oleh kita kepada anakanak kita, sehingga kemudian ketika mendengar adzan anak kita kemudian tahu bagaimana caranya memperlakukan adzan ketika adzan itu sedang terdengar. Jangan malah asyik sendiri. Kemudian kita juga mengajarkan anak kita adab berdoa, duduk, berpakaian rapi, menghadap kilbat, adab sholat, bagaimana menutup aurat saat sholat, bagaimana berbusana saat sholat. Ada orangtua yang tidak begitu perduli dengan hal ini sehingga kemudian ketika sholat menggunakan kaos oblong, kaos yang tidak sopan pun dibiarkan. Alasannya kan sholat itu yang penting menutup aurat misal anak yang laki-laki menutup aurat antara pusar sampai lutut maka kemudian memakai baju yang tidak pantaspun tidak apa-apa, karena syaratnya sudah terpenuhi. Tapi sekali lagi itu adab, karena sholat itu sebetulnya kita sedang menghadap Allah aja wa jalla, penguasa langit dan bumi,penguasaha alam semesta ini, kalau kita menghadap pak camat saja suudah harus pakaian rapi, menghadap bupati, menghadap gubernur, apalagi kita sedang menghadap Allah SWT. Maka kalau memang ada pakaian yang lebih bagus,pakailah pakaian yg paling bagus yang bisa kita pakai, tapi kalau disaat itu pakaiannya hanya itu tidak masalah, tetapi kita mengajarkan adab kepada mereka adab sholat sehingga mereka tidak seenaknya saja. Itu adab anak sholat.

Kemudian juga ada yang perlu diajarkan kepada anak kita adalah adab “muamallah”, adab kita dengan orang yang lebih tua, adab anak dengan orangtuanya seperti apa, jadi dengan orang yang lebih tua, dengan ayahnya dengan ibunya itu salam cium tangan, dengan kakek nenek juga sama seperti itu kalau bisa ditambah memeluk juga bagus tapi yang paling simpel adalah bagaimana mengajarkan mereka menghormati orngtua dengan mencium tangan orangtua yang mereka hormati orangtua dan segani, itu akan menumbuhkan penghargaan dihati anak kepada orangtuanya dan menumbuhkan rasa sayang dan cinta kasih orangtua kepada anak kita, itu yang harus kita ajarkan kepada mereka, ajarkan juga bagaimana adab kepada orang yang lebih tua kakak-kakaknya atau anak yang lebih muda adik-adiknya diajarkan juga kepada mereka, dan diajarkan harus sejak kecil sejak dini jadi misalkan ada anak kecil yang suka memukul, entah memukul kakaknya atau adiknya itu harus diajarkan kepada dia jangan seperti itu ajarkan minta maaf ketika dia memukul kakaknya atau adiknya, kalau ini tidak dibiasakan malah diberi tepuk tangan malah dia akan gawat lagi akan semakin jauh.

Adab yang penting juga diajarkan kepada anak kita adalah adab untuk buang air, ini juga ada orangtua yang tidak perduli dengan adab-adab ini. Adab buang air itu di kamar mandi atau kamar kecil sehingga sebetulnya kalau kita sejak dini mengajarkan kepada anak kita buang air harus minimalkan penggunaan pempers. Dengan meminimalkan penggunaanpenggunaan pempers maka kita tahu jadwal pipis dan jadwal BAB anak kita. Dengan mengetahui jadwal pipis dan jadwal BAB anak, kita bisa memberi warning kepada dia dan mengajarkan bahwa “ini lho kamu sedang mau pipis kamu sedang mau BAB” itu bisa kita ajarkan dan mendidik dia untuk bisa BAB dikamar kecil. Tapi penggunaan pempers sekarang seolah praktis ya sehingga kemudian melihat anak-anak usia 1,5 tahun terkadang belum bisa mengatur kapan dia pipis kapan dia BAB. Dengan mengajarkan adab pipis dan waktu-waktu BAB kita bisa mengajarkan kepada dia doa masuk ke kamar kecil dan keluar dari kamar kecil, adab saat buang air kecil ataupun buang air besar. Karena kalau tidak diajarkan mereka akan buang air dengan tidak menggunaan adab. Buang air sambil berdiri misalkan kencing sambil berdiri biasanya anak-anak putra, kalau anak perempuan biasanya buang air pasti duduk, jarang-jarang ada anak putri buang air berdiri. Bahkan ada juga orang buang air ditepi jalan naik mobil atau naik motor gebelet pipis berhenti ditepi jalan kemudian tur utur utur gitu ajalah kira-kira langsung ditepi jalan gak malu, nah ini kita harus mengajarkn adab-adab ini kepada anak-anak kita karena apa karena itu bagian dari akhlak islam, Kalau kita tidak mengajarkan maka nanti anak itu akan tidak tahu bahwa itu adalah tidak sopan.

Dan kemudian yang terakhir yang harus kita ajarkan kepada anakanak kita adalah adab untuk masuk ke kamar orangtuanya, islam itu mengatur sedemikian rupa tidur anak itu terpisah antara anak laki-laki dan perempuan, jadi anak laki-laki dan perempuan itu tidurnya harus dipisahkan apalagi ketika mereka branjak semakin besar. Dan ada adab untuk ketika mereka akan masuk ke kamar orangtuanya harus mengetuk dan meninta ijin itu harus kita ajarkan, jangan sampai anak tidak tahu main masuk saja ke kamar oragtuanya. Nah termasuk juga tidak benar kalau ada orangtua yang tidur terus bersama anaknya, misalkan anak bungsu takut jika ditinggal sama orangtuanya, akhirnya ayah ibunya masih tidur bersama si bungsu walaupun sibungsu sudah berusia 3 tahun, 4 tahun, masih tidur bersama dengan orangtuanya. Ini sangat berbahaya karena sangat ada kemungkinan bisa merusak otak si anak ketika tidur bersama orangtuanya bisa melihat hal-hal yang tidak sepantasnya atau belum waktunya dia melihat hal-hal terebut. Nah mudah mudahan pendidikan adab atau etika dalam islam ini bisa membantu bapak-bapak dan ibu sekalian untuk mendidik anak-anak kita ini untuk mencintai dan melaksanakan adab-adab islami ini.

Ditulis Oleh Ustadz Arief Rahman Hakim "Psikolog Indonesia"

MARAH dan DOA

Ketika kita kesal pada anak, mari belajar berkata yang baik baik, jangan keluarkan kata kata kasar karena perkataan itu doa, terutama orangtua/guru/ orang dewasa sekali pun. Belajar berbicara ke anak anak dengan adab dan etika. Bullying yang sebenarnya untuk anak adalah perkataan, cubitan, polototan, sikap cuek orangtua terhadap anak. Kita takut anak kita dibullying oleh orang lain, tapi kita sebenarnya pembullying asli jika sering melakukan kata kata kasar, nyubit, mukul, cuek terhadap anak "Misal jarang diajak ngobrol, me time, jarang dilihat hasil gambarnya, jarang dilibatkan dipekerjaan rumah,  bukunya tidak pernah dibantu disampul", kukunya tidak pernah diajak dipendekan dll.
<( ̄︶ ̄)>

Percakapan ketika kesal (Ceritanya anak lari-lari lalu memecahkan pot bunga)
Mamah:"Aduh, anak hebat calon imam masjid Nabawi, calon arsitek dan lain lain, ananda tidak apa apa?!"
Anak:"Emmm (sambil menyesal), pecah potnya".
Mamah: "(Ambil napas), iya ananda nanti rapihkan iya pecahannya".
Anak:"iya maaf"
Mamah: "Mamah bantu iya merapihkan pecahannya".
(Lalu merapihkan pecahannya bersama sama, setelah anak terlihat tenang, anak tsb ajaklah diskusi)
Mamah: "Nak, lain kali tolong lari larinya hati hati iya, tadi mamah kesel mohon maaf karena ananda tidak dengar mamah, mamah sudah ngingetin lebih tiga kali, kenapa gak dengar?!"
Anak: "Maaf, tadi akunya asyik main".
Mamah:"Oh iya sudah, kita coba lain kali ananda belajar dengar mamah lagi iya agar bisa hati hati, kita salaman ayo peluk mamah".
Anak: "Terima kasih".
(Beres dech, psikologis anak terjaga dan emosi marah kita tersalurkan dengan benar).
(人 •͈ᴗ•͈) (☆▽☆)

#Parenting orangtua ramah anak sama dengan menyelamatkan generasi Islam

Tidak ada kata terlambat, kita perbaiki sama sama baik di lingkungan sekolah, rumah dan lainnya karena jika sama sama akan kuat untuk mengokohkan peradaban dan membentuk karakter positif anak, sehat fisiknya dan semakin indah etika dan adabnya. Bersama sama kembali memperbaiki pola asuh untuk kebaikan bersama. Di mulai sekarang, dari hal terkecil. InsyaAllah bersama kebaikan، Allah akan membantu kita. Anak kita aset Surga kita.

Kisah tentang lisan yang baik untuk anak ini, MasyaAllah terjadi pada Imam besar Haramain (Masjid Mekkah Al Mukaromah wa masjid Nabawi Madinah Al Munawwarah), sang imam waktu kecil pernah lari lari dan membuat ibunda beliau kesal, lalu sang ibunda berkata:
" *Nak, semoga engkau kelak menjadi imam besar masjid Nabawi dan Mekkah)*, MasyaAllah sama Allah perkataan ibunda dikabulkan. Siapakah beliau?!
هذا هو...
Syaikh Abdurrahman As Sudais. Seperti itu juga dengan anak anak kita dan anak anak yang lain, kita rangkul sama sama bersama mencermelangkan masa depan dunianya dan akhiratnya.
Hamasah✊💪🕋🧕🏻👳‍♀

#umrahhaji #haramain
#mekkahmadinah #sekolah
#kalamulama 🌹#hafidzquran
#sditmatahati
#deju_salju🌹🐹🐈
#polisihafidzquran
#Sitmatahati
#smpitmatahati
#smpitmatahatinagreg
#yayasanhidayatuttauhid
#sditmatahatinagreg
#sekolahkeren
#ttqmatahati
https://youtu.be/9tWGCoueMyY
https://youtu.be/rRyuadmEd7U
https://youtu.be/Icdy344pfI0
https://dejusalju.blogspot.com/?m=1
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com/
#jsitindonesia
#JSITKabupatenBandung
#jsit_indonesia #hijrah
#jsitjabar #parenting
bit.ly/DejuSalju
https://m.youtube.com/watch?v=ZuTocfyVTpI&feature=youtu.be
#lagupositif #lagunasid #lagusholawat #laguanakindonesia




https://youtu.be/xr69e8Sgm7Q