Kamis, 26 Agustus 2021

*BERHATI MUTIARA*ALLAH BAYAR TUNAI


Pengemudi taksi dihentikan oleh calon penumpang yang berpakaian kurang layak. Dari penampilannya dapat diduga orang itu orang tidak punya. Wajahnya terlihat kuyu dan letih.

_"Bapak mau ke mana?"_, tanya pengemudi taksi itu dengan santun, begitu ia memberhentikan mobil taksinya dan berada di samping orang yang memberhentikannya.

_"Saya mau pulang ke kampung di daerahTangerang, tetapi saya tidak punya uang untuk membayarnya"._

_"Oh, tidak apa-apa. Silahkan Bapak naik"_, sambut pengemudi taksi dengan simpati.

Pengemudi taksi itu pun mengantarkan orang miskin itu ke alamat yang dituju. 

Sesampainya di ujung gang menuju rumah, anak-anak kecil berhamburan menuju mobil taksi.
_"Ayah dataaaaang.... ayah dataaaaaang",_ teriak anak-anak itu kegirangan.

_"Mana makanannya, ayah? Kami sudah tidak tahan menahan lapar"_, rengek anak-anak kecil itu.

_"Maaf nak, ayah tidak membawa apa-apa....",_ ujar orang miskin itu tanpa menyebutkan alasannya. 

Ia tidak ingin pengemudi taksi itu berlama-lama berada di mulut gang itu. 
Bukan karena merasa malu kalau dirinya tidak mempunyai uang dan gagal membawa makanan untuk anak-anaknya, tetapi ia tahu bahwa waktu bagi pengemudi taksi adalah uang. 
Ia sudah sangat berbaik hati mengantar dirinya di tempat itu, tanpa bayaran pula.

Setelah orang miskin itu turun dan masuk rumah, pengemudi taksi itu meninggalkan lokasi. 

Ketika dalam perjalanan mengantar orang miskin itu ia melihat ada beberapa warung nasi. 
Ia pun menuju salah satu warung nasi terdekat. 
Ia beli enam bungkus nasi lengkap dengan lauk pauk dan beberapa botol air mineral. 

Ia bergegas kembali ke rumah orang miskin tadi.

Pengemudi taksi itu sampai mengucapkan syukur alhamdulillah beberapa kali dalam hati ketika melihat anak-anak dan ayahnya melahap nasi bungkus bawaannya habis dalam hitungan menit.

_"Ya Allah, mereka benar-benar sangat kelaparan..."_, gumam pengemudi taksi dalam hati.

Setelah itu, pengemudi taksi kembali ke kota untuk mencari penumpang. 

Tidak seberapa lama masuk kota, ada dua orang turis asing menghentikan taksinya.
Mereka minta diantar ke bandara Soekarno-Hatta. 

Sesampainya di tujuan, pengemudi itu segera membukakan pintu penumpang dan menurunkan koper serta tas dari bagasi.

Kedua turis asing ini memberinya 100 dolar (sekitar Rp 1,5 juta)

_"I have no change, Sir. Can you give me just one hundred thousand rupiahs..?"_, kata pengemudi itu.
( _"Saya tidak punya kembalian, tuan. Bisakah Anda memberi saya 100.000 rupiah saja?"_ )

_"Oh, no problem. Take the change for you",_ kata turis itu sambil menepuk pundak pengemudi taksi.
( _"Gak masalah. Kembaliannya ambil saja buat kamu."_ )

_"Thank you very much, Sir"._

Eehh... Saat masih berada di bandara, ada dua turis lain mendatanginya dan meminta untuk mengantarkan mereka ke sebuah hotel di pusat kota. 

Seperti yang dilakukan selama ini kepada semua penumpang, tanpa membedakan mereka itu orang pribumi atau turis asing, pengemudi taksi yang satu ini memperlakukan semua pelanggannya sama. 

Maka ketika sampai di hotel yang dituju, ia pun dengan sigap membukakan pintu penumpang, lebih cepat dari petugas hotel yang biasa menyambut para tamunya, dan menurunkan barang bawaan kedua turis itu. 

Lagi-lagi, turis asing ini memberinya 100 dolar, dan ketika dikatakan ongkosnya hanya 100.000 rupiah, turis itu malah berkata, 
_"take the change for you."_

Apa yang kemudian dilakukan pengemudi taksi yang beruntung ini?

Ia langsung pergi ke pusat penukaran uang asing. 
Ia tukarkan 200 dolar ke mata uang rupiah. 
Kemudian ia pergi berbelanja sembako, makanan ringan, buah-buahan, aneka kue dan permen. 
Dari pasar tradisional ia beli beberapa kilo telur ayam. 
Ia juga mampir ke Warung Padang, membeli enam bungkus nasi dengan lauk pauk yang paling enak. 

Setelah itu ia bergegas pergi menuju ujung jalan di kampung Tangerang tadi. 
Ia menemui orang miskin dengan kelima anaknya.

_"Allah memberi saya rezeki hari ini adalah karena Bapak, karena saya telah menolong Bapak,_
_maka jika saya memberi bantuan yang tidak seberapa ini, mohon Bapak doakan agar perbuatan ini semata-mata untuk mengharap ridha Allah_ 

_Saya kembali ke rumah Bapak ini karena saya ingin membiasakan jiwa saya dan mendidiknya untuk bergantung hanya kepada Allah Ta'ala, karena Dialah Yang Maha Pemberi rezeki._
_Saya ingin membiasakan dan mendidik jiwa saya untuk gemar bersedekah semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala..."_

Si bapak miskin itu hanya bisa terpana tak bisa berkata apa-apa. 
Terlihat butiran-butiran bening menetes dari kedua pelupuk matanya.

Allah swt berfirman: 

ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳُﻘْﺮِﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﻓَﻴُﻀَﺎﻋِﻔَﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﺿْﻌَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓً ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﻭَﻳَﺒْﺴُﻂُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ ﮦ 

_"Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menginfakkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan ganjaran (berupa) pembayaran kepadanya dengan jumlah yang berlipat-lipat ganda._
_Dan Allah-lah yang menyempitkan dan melapangkan (rezki)._
_Dan kepada-NYA-lah kamu akan dikembalikan."_
(QS. Al-Baqarah, 2:245)

Selamat menggapai ridha Ilahi
😊🙏

#SPIRIT FOREVER..

Jumat, 30 Juli 2021

KISAH WANITA CANTIK YANG MENCARI PEMUDA SETAMPAN NABI YUSUF AS.


Pada Suatu hari ada seorang perempuan Arab yang sangat cantik dan terkenal. Semua pemuda ingin melamarnya. Namun, perempuan cantik itu belum juga memutuskan dengan siapa dia akan menikah. Dia merasa tidak ada satu pe­muda pun yang pantas bersanding dengannya.

Semakin lama, perempuan cantik itu semakin bangga dengan kecantikannya. Ia semakin menyepelekan setiap pemuda yang datang kepadanya.

Aku hanya ingin menikah dengan pemuda setampan Nabi Yusuf, katanya.

Perempuan cantik itu kemudian memutuskan untuk mencari pemuda setampan Nabi Yusuf. Suatu hari, dia berjalan ke sebuah kota yang sangat ramai. Di tengah peijalanan, dia bertemu dengan seorang nenek tua. Akhirnya, dia berjalan bersama nenek itu.

Nenek tua, apakah kau bisa membantuku menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku? tanya si perempuan cantik.

Si nenek tua menatapnya. Hai perempuan cantik, apakah kau sudah pernah melihat ketampanan Nabi Yusuf?

Perempuan cantik itu menggeleng.

Si nenek tua kembali bertanya, Jika begitu, bagaimana kau bisa mendapatkan lelaki yang setampan dia, sedangkan kau belum pernah melihatnya?

Perempuan cantik itu diam saja mendengar pertanyaan si nenek.

Keduanya berjalan beriringan. Mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu terlihat sangat subur dan hijau.

Perempuan cantik bertanya, Menurut nenek, apakah di kampung ini ada pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku?

Pertanyaanmu aneh sekali. Aku saja baru melewati kampung ini dan aku tidak tahu apakah ada pemuda tampan di sini. Tapi menurutku, semua pemuda itu tampan. Bukankah kau tidak tahu setampan apa Nabi Yusuf? tanya si nenek.

Perempuan cantik itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nenek tua. Mereka kembali meneruskan perjalanan. Baru setengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekumpulan pemuda yang sedang berburu.

Si perempuan berbisik, Apakah di antara pemuda itu ada yang setampan Nabi Yusuf?

Nenek menjawab, ``Aku semakin tidak mengerti dengan keinginanmu, perempuan cantik. Bukankah semua pemuda itu tampan? Aku lihat, mereka banyak yang menyukaimu. Cepatlah memilih dan menikah.

Perempuan cantik itu diam dan tidak menjawab sepatah kata pun mengenai komentar si nenek. Lalu mereka terus melanjutkan perjalanan demi perjalanan sampai bertahun-tahun hingga akhirnya sampailah keduanya di sebuah hamparan tanah luas nan gersang.

Nenek, bagaimana mungkin aku dapat menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf di hamparan gersang ini? tanya si perempuan cantik.

Nenek memandangnya, Jikapun ada pemuda tam­pan di sini, mereka tentu takkan menoleh kepadamu. Wajahmu tak lagi cantik dan kau sudah menua, kata si nenek sambil mengeluarkan sebuah cermin.

Tanpa disadari, si perempuan cantik itu kini sudah menjadi tua. Perjalanan yang dilakukan dengan si nenek telah memakan waktu puluhan tahun dan menyedot kecantikannya. Ternyata, si nenek adalah malaikat yang berusaha menyadarkan perempuan itu.

... Jika ada yang menunda suatu pernikahan hanya karena ingin mencari sosok impian yang ideal menurutnya sendiri, berhati-hatilah karena bisa jadi dia akan kehilangan semuanya. Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. ...

Semoga ALLAH memberikan jodoh bagi siapa yang belum mempunyai jodoh, yang sholeh/sholehah, yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya, dan paham terhadap al-Quran, sehingga bisa membimbing anak-anaknya menuju kepada ALLAH. Aamiin




*Cara Menanamkan Adab Baik kepada Anak*


⭕ *Setelah menanamkan dan menguatkan keimanan anak pada Allah swt dan ajaran Islam, maka tanamkan bahwa Allah Ta'ala mencintai hamba-hamba Nya yang berakhlaq mulia*

Pahamkan mereka kalau seorang muslim beradab luhur seperti berkata sopan, jujur, mendengar nasehat orang tua, mau berbagi, maka akan disayang Allah swt.

⭕️ *Perlakukan anak-anak dengan akhlak mulia dan penuh kasih sayang*

Kurang kebiasaan memarahi mereka, mencela dan mempermalukan mereka.

Panggil mereka dengan panggilan sayang dan pujian semisal "soleh" atau "sohehah".

Perlakuan orang tua adalah tabungan informasi dan adab pada hati dan pikiran anak-anak.

⭕️ *Tegur secara proporsional, jangan berlebih-lebihan dan perhatikan dulu keadaan mereka*

Penting untuk terlebih dulu memberitahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan.

Pada anak pra-baligh mereka belum tahu kalau membentak orang lain tidak baik.

Bagi mereka itu respon alamiah.

Maka beritahukan pada mereka bagaimana semestinya berkata baik pada orang lain, terutama pada orang tua.

⭕️ *Jadilah orang tua responsif bukan reaksioner*

Yakni peka dengan kebaikan dan juga kesalahan anak.

Jangan biarkan anak berlarut-larut melakukan kesalahan seperti memukul kawan, merebut mainan atau makanan, segera respons dengan baik.

Beritahu dan cegah untuk tidak terulang lagi.

Adab yang kerap dilakukan anak seringkali muncul akibat orang tua tidak responsif terhadap perbuatan anak yang tidak baik.

Mereka diam atau menganggapnya wajar.

⭕️ *Jadikan adab yang baik sebagai habit dalam keluarga*

Orang tua biasa berkata lembut, tidak membentak, tidak kasar, tidak mencela, senang merangkul, memuji dan mudah memaafkan kesalahan anak.

Pembiasaan ini akan membuat anak mudah untuk melakukannya saat mereka dewasa.

⭕️ *Banyak berdoa*

Allah adalah Maha Pemberi Hidayah, Maha Pembolak-balik hati, sekeras apapun hati manusia amat mudah bagi Allah untuk melunakkannya dan memberinya hidayah.

Jangan hanya berdoa agar anak kita pandai dan juara kelas serta mudah menghafal, tapi minta juga pada Allah agar anak-anak kita dihiasi dengan akhlak mulia.

🔹 *Pahamilah, anak seperti pohon yang akan tumbuh besar. Saat dahannya masih kecil maka mudah untuk dibentuk, tapi saat sudah besar maka amat sulit untuk melakukan hal itu.*

Sumber: Ummi Abi Hebat Media Center

Kamis, 26 November 2020

SAHABAT

Sahabat sesungguhnya 
Tidak harus 
selalu keep in touch 
Tidak harus 
selalu bertemu
Tidak harus selalu 
Menegur sapa

Sahabat karena Allah adalah
Dimana Sahabat tsb ada kesulitan selalu ada untuk memberi semangat dalam kebaikan 

Bukan juga 
Begitu Sahabat itu balik badan sudah langsung membicarakan kejelekan nya

Tetapi sahabat itu harus terus menutup aib saudara nya dan harus selalu menyayangi nya
Itulah sahabat yang sesungguh nya karena Allah

Dan tidak rela jika sahabat tsb tidak masuk surga bersama nya , selalu mencari supaya ikut bersama disurga...

Sahabat yang sesungguhnya itu
Jika melihat sahabat lain nya berbahagia , dia ikut bahagia bukan hasad...


Sahabat dalam islam itu yang senantiasa mengingatkan kita terus dekat dengan Allah dan memotivasi kita untuk terus berbuat baik
#mekkahmadinah #haramain
#nabawimosque 🌹#hafidzquran
#quotes
#deju_salju🌹🐹🐈
#komikmuslimah
#c_geulis
#sditmatahatinagreg
#Sditmatahati
#pks
https://youtu.be/9tWGCoueMyY
https://youtu.be/rRyuadmEd7U
https://youtu.be/Icdy344pfI0
https://dejusalju.blogspot.com/?m=1
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com/
#jsitindonesia 
#JSITKabupatenBandung
#jsit_indonesia #pemudahijrah
#jsitjabar #parenting
bit.ly/DejuSalju
https://youtu.be/aNAKCCIZHoA
#muslimah #vidiomotivasi #motivasi 
https://youtu.be/aNAKCCIZHoA #cicalengka #nagreg
#literasi #gambar 
#muslimahfashion
#cat #dakwah

Jumat, 21 Agustus 2020

Dibalik Sebuah Ancaman.

Pernahkah diancam orang lain? Bagaimana perasaan Anda? Tentu tidak menyenangkan bukan?

Nah, sebagai orang tua terkadang kita sering sekali mengancam anak, terlebih jika tidak melakukan sesuatu yang kita inginkan.

Coba kita perhatikan, apakah anak mengerjakannya dengan suka hati atau hanya karena terpaksa?

Dalam proses mengasuh hampir setiap hari kita mengancam anak, tidak hanya di rumah, di luar rumah atau saat berpergian pun tak luput dari ancam mengancam.
Sebagai contoh:

"Ayo makannya dihabiskan, kalau tidak nanti ayamnya mati!"

"Tidur, kalau nggak tidur bunda cubit kamu!"

Mungkin terkesan sepele, namun mengancam  adalah salah satu bentuk komunikasi yang buruk.

Bahaya mengasuh dengan ancaman yang pertama tentunya anak akan meniru mengancam juga. Saat ini mungkin belum terlihat namun sesuatu hati nanti ketika mereka bertambah dewasa, jika kurang baik agamanya mereka pun akan membalas mengancam orang tuanya. Misalnya:

" Aku mau dibelikan handphone Android, kalau tidak aku mau kabur saja dari rumah!"

Nah, kena ancam juga kan jadinya?

Bahaya kedua adalah seringnya ancaman ini hanya omongan belaka. Seperti pepesan kosong, sehingga anak tidak lagi percaya ucapan orang tuanya dan kemudian orang tua akan menaikkan level ancaman di lain waktu berikutnya.

Lama-lama anak tidak lagi takut dengan ancaman kita, karena bertambahnya usia mereka akan tahu bahwa ancaman yang diberikan hanya karena orang tua tidak punya cara lain untuk menyelesaikannya.

Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya mengancam membuktikan kelemahan orang tua.

Belum lagi bila ancaman berbentuk kebohongan, "kalau tidak makan ayamnya mati."

Apa hubungannya? 

Tidak masuk akal bukan? 

Dosa kan jadinya?

Bahaya ketiga adalah hilangnya fitrah anak. Anak tumbuh menjadi anak yang penakut dan kurang percaya diri. Selain itu tidak ada semangat dalam melakukan pekerjaannya, yang ada hanya keterpaksaan sehingga anak kurang memiliki inisiatif untuk melakukan hal hal yang baik.

Jadi, sebaiknya jangan lagi gunakan metode mengancam. Terlebih tidak benar benar berniat melakukannya. Lebih baik beri anak penjelasan serta konsekuensi yang akan mereka hadapi.

*Semoga bermanfaat*
#mekkahmadinah 
#kalamulama 🌹#hafidzquran
#sditmatahati
#deju_salju🌹🐹🐈
#komikmuslimah
#yayasanhidayatuttauhid
#sditmatahatinagreg
#pks
https://youtu.be/9tWGCoueMyY
https://youtu.be/rRyuadmEd7U
https://youtu.be/Icdy344pfI0
https://dejusalju.blogspot.com/?m=1
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com/
#jsitindonesia 
#JSITKabupatenBandung
#jsit_indonesia #pemudahijrah
#jsitjabar #parenting
bit.ly/DejuSalju
https://m.youtube.com/watch?v=ZuTocfyVTpI&feature=youtu.be
#lagupositif #lagunasid #lagusholawat #laguanakindonesia
#iqomic #kartunislami #negeriakhirat #stayathome #ramadhan #kartun_Muslimah #kajianislam #pksmudakbbsetiapMasalahAdaSolusi

Kamis, 06 Agustus 2020

*Penyebab Anak Melawan dan Cara Mengatasinya*

Memang, semakin dewasa seorang anak biasanya akan semakin sulit diatur. Mereka biasanya memiliki pendapat dan pandangan sendiri yang diyakini benar. Sehingga tidak jarang dijumpai anak remaja maupun dewasa yang melawan orang tuanya.

Nah, apa saja sih penyebab anak suka melawan orangtuanya? Coba simak penyebabnya dibawah ini.

1. Komunikasi yang kurang tepat

Salah satu penyebab anak melawan orang tua adalah komunikasi yang kurang tepat.
Saat orangtua berkomunikasi dengan anak remajanya, kadang berakhir dengan pertengkaran. Salah satu kesalahan yang sering muncul biasanya terletak pada intonasi atau nada suara beserta pemilihan kata yang salah

2. Orangtua selalu mengkritik

Saran atau kritik terhadap sikap anak memang baik, sejauh itu disampaikan dengan bijak. Jangan hanya mengungkapkan hal negatif tentang anak. Komunikasi yang hanya berisikan kritikan atau suruhan saja, menjadikan anak selalu merasa disalahkan oleh orang tuanya. Akibatnya anak melawan untuk membantah kritikan orangtuanya.

3. Orangtua tidak memahami pembicaraan anak

Kadang, perbedaan generasi antara anak dan orangtua menyebabkan perbedaan komunikasi, yang mengakibatkan kesalahpahaman dan membuat anak melawan orangtuanya. Kadang orangtua juga melontarkan perkataan maupun jawaban yang tidak ada hubungannya atau tidak nyambung dengan pembicaraan sang anak.

4. Sikap otoriter orang tua

Sikap orang tua yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan mereka tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan sang anak, akan membuat anak berontak. Sikap otoriter ini biasanya didasari dengan perasaan merasa serba tahu yang dimiliki oleh orang tua, termasuk serba tahu tentang apa yang terbaik untuk anaknya. Bahkan mereka juga berpikir bahwa cara tegas dan keras ini dapat berhasil dalam membimbing dan mendidik anak. Padahal anak yang terus-menerus merasa ditekan, dipaksa, dan akhirnya tidak mampu lagi menurutinya, maka akan berontak dan melawan.

5. Keinginan anak yang tidak terpenuhi

Seorang anak pastinya memiliki keinginan tersendiri, di mana tidak semua dapat dipenuhi oleh orang tuanya. Keinginan yang tidak dapat dipenuhi oleh orang tuanya itulah yang kemudian menjadi penyebab seorang anak melawan kepada orang tuanya.

6. Pengaruh lingkungan

Pengaruh lingkungan juga turut andil dalam menyebabkan anak melawan orangtua. Hal ini biasanya berkaitan dengan tempat-tempat pergaulan anak setiap harinya, entah lingkungan sekolah ataupun rumah. Selain itu, lingkungan memang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya. Ketika mereka menemukan orang lain atau teman yang biasa melawan kepada orang tua, maka bisa jadi hal tersebut ditiru sehingga mereka pun juga ikut-ikutan melawan orang tuanya.

7. Anak yang terlalu dimanja

Anak yang selalu dimanjakan orangtua, selalu dipenuhi kebutuhan dan keinginannya akan tumbuh menjadi anak yang rapuh. Sehingga apabila sewaktu-waktu dia tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, maka dia akan melakukan perlawanan. Perlawanan ini merupakan sebuah bentuk protes sang anak kepada orang tuanya yang tidak mampu memenuhi keinginannya seperti biasanya.

8. Mencontoh orang tua

Ingat ya, orangtua ada rule models bagi anaknya. Apa yang dilakukan orangtua akan dicontoh oleh anak. Seperti halnya ketika anak melihat orang tuanya yang sering bertengkar atau bersikap keras kepala. Lebih parah lagi jika sang anak menjumpai orang tua mereka yang tidak patuh kepada kakek dan neneknya, di mana kakek dan nenek merupakan orang tua dari orang tuanya sendiri. Kondisi itu sewaktu-waktu dapat ditiru dan anak pun terdorong untuk melawan orang tuanya sendiri.

9. Anak tumbuh tanpa bimbingan

Orangtua yang terlalu sibuk kadang lupa membimbing dan memperhatikan anaknya. Anak hanya dibekali dengan materi semata. Kurangnya perhatian, bimbingan, dan didikan inilah yang menjadikan anak kurang mendapat pelajaran sopan santun dan sikap baik lainnya, termasuk pelajaran mengenai tidak patutnya melawan orang tua. Sehingga mereka cenderung tumbuh menjadi pribadi egois dan suka melawan orangtua.

10. Hubungan yang tidak harmonis

Hubungan tidak harmonis ini biasanya menjadikan ikatan kasih sayang dan pengertian antara anak dan orang tuanya berkurang. Kondisi ini sangat rentan menimbulkan masalah diantara anak dan orang tua.

Nah, bagaimana dengan anak anda? Jangan terpancing berkata-kata atau bersikap kasar ya, menghadapi anak yang melawan. Hadapi dia dengan tenang. Jika emosinya telah reda, dekati dia dan peluklah. Kemudian ajak dia membicarakan masalahnya baik-baik.

Tapi sebelum terlambat, lakukan sejumlah tindakan. Berikut ini adalah hal yang dapat momies lakukan agar anak tidak melawan orangtua:

✨Membangun komunikasi yang baik dan efektif.

Komunikasi yang efektif di sini ialah perasaan saling mengerti antara satu sama lain. Artinya, orang tua tidak hanya menjadi orang yang ingin dimengerti oleh anak sebagai orang yang lebih tua dan patut dihormati, tetapi mereka selaku orang tua juga harus mengerti apa yang diinginkan anaknya. Dalam membangun komunikasi ini, usahakanlah untuk menjadi pendengar yang baik. Perhatikan intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh anak agar Anda sebagai orangtua memahami anak.

✨Menunjukkan rasa empati

Tunjukkanlah rasa empati pada anak. Terutama ketika sedang berkomunikasi atau berbicara. Rasa empati ini juga akan membantu Anda (orang tua) untuk lebih memahami perilaku anak, terkait dengan hobi, kebiasaan maupun sikapnya.

✨Meluangkan waktu bersama anak

Sesibuk apapun Anda, luangkanlah waktu untuk sekedar bicara dari hati ke hati dengan anak. Ketahui apa yang sedang disukai anak, apa yang tengah dirasakannya atau apa yang diinginkannya. Jika anak ada masalah, cobalah cari solusinya.

✨Mencintai anak dengan tulus

Perlakukan anak dengan penuh kasih sayang dan lemah lembut. Ajarkan mereka sopan santun dan akhlak yang baik. Dengan cinta yang tulus, anak akan merasa malu jika melawan orangtuanya.

Jangan lupa ya, untuk memberikan anak ajaran agama sejak dini. Karena ajaran agama akan mencegah perbuatan negatif yang merugikan orang lain. Karena anak yang terlahir itu ibarat kanvas putih yang bersih. Orangtuanya lah yang memberikan warna warni di dalamnya.

#Parenting_mom_kidslife skill Sdit Matahati

Sabtu, 08 Februari 2020

Mengajarkan Etika dan Adab pada Anak




 February 4, 2020 by adminsota

Etika atau adab itu adalah sebuah norma tentang sesuatu hal hubungan antara manusia dengan manusia yang lain, atau hubungan antara manusia dengan Alloh SWT, bahkan juga hubungan antara manusia dengan alam. Islam ternyata sudah mengajarkan kepada umatnya tentang adabadab ini dan mengatur sedemikian rupa, sehingga umat islam itu tinggal mengambil begitu saja adab-adab yang sudah diajarkan oleh islam melalui nabi Muhammad SAW. Ada banyak adab yang diatur oleh islam, karena islam itu agama yang sempurna, agama yang syamil, utuh, mengatur kehidupan manusia sejak manusia baru lahir, hingga manusia mati, sejak manusia bangun tidur hingga tidur lagi, sejak manusia masuk kamar mandi, atau ketika masuk ke istana negara, islam mengatur itu semua. Itu adalah etika atau adab adab yang harus dilakukan oleh umat islam di setiap kegiatan dan tempat. Dari adab yang sangat sederhana sampai adab yang sulit rumit itu juga ada aturannya dalam islam.

Ketika anak kita kecil, sebetulnya kita sudah bisa mengejarkan kepada dia bahkan sejak bayi tentang adab ini, sebagai contoh, anak kita bayi itu mesti setiap hari akan berganti baju, akan mandi, akan makan, ada adabadab yang bisa kita ajarkan dan biasakan kepada mereka sehingga mereka akan terbiasa dengan adab-adab dan etika itu. Contohnya, adab mengunakan pakaian atau memakai pakaian, kita mengajarkan kepada anak kita doa memakai pakaian, kemudian mengajarkan kepada dia memakai pakaian dimulai dari tangan yang kanan atau kalau memakai celana dimulai dari kaki yang kanan baru kemudian yang kiri. Maka itu merupakan adab yang kita ajarkan kepada anak kita.

Banyk orang tua yang tidak perduli adab adab ini, sehingga ketika memakaikan pakaian kepada anaknya tidak berdoa dan tidak dimulai dengan tangan yang kanan atau kaki yang kanan, dengan berbagai alasan entah mungkin tidak tahu, atau mungkin juga malas untuk memikir ini mau kaki kanan dulu atau tangan kanan dulu itu juga tidak, tapi kita itulah kita bisa mengajarkan anak kita tetang adab sejak dia kecil.

Masih dalam masalah berpakaian, kita juga bisa mengajarkan kepada anak kita menutup aurat, mungkin akan ada yang protes, “masih bayi masih anak kan ga papa kelihatan auratnya”, iya betul secara syariat secara fiqih memang masih bayi, anak-anak tidak perlu malu kelihatan auratnya, tetapi apabila kita mengajarkan kepada anak kita tentang konsep malu, itu juga tidak dilarang bahkan mungkin baik. Oleh karena kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita konsep malu menutup aurat dengan pakaian. Ada anak-anak yang sejak bayi anak laki-laki yang sudah dibiasakan untuk menutup aurat antara pusar hingga lutut. Sehingga baju-bajunya atau pakaian-pakaiannya selalu dibuat dalam konsep menutup aurat dari pusar sampai lutut, Ada juga orang yang sudah mulai mengajarkan anak perempuannya untuk memakai jilbab diusia bayi mungkin usia 2 bulan sudah dipakaikan jilbab oleh kedua orangtuanya. Ternyata si anak ketika sudah dewasa akan terbiasa menggunakan busana muslimah, tidak lagi repot kita memberi tahu bagaimana wajibnya dan sebagainya tidak karena mereka telah terbiasa, oleh karena itu yang harus kita ajarkan kepada anak kita sehingga kemudian anak kita betul-betul bisa menyelami dan memahami bahwa konsep pakaian itu bukan hanya sekedar fashion, tapi juga ada unsur menutup aurat dan juga ada adabnya bagaimana kita memakai pakaian. Itu yang pertama,

Baca Juga : Mendidik Anak Dalam Islam

Adab kedua yang perlu dipelajari oleh anak-anak kita dan kita biasakan untuk mereka adalah, bagaimana ketika adab makan dan minum. Kita bisa mengajarkan kepada anak-anak kita makan apa yang ada yang dimakan, tidak harus kemudian mencari-cari untuk supaya memuaskan lidah, tapi kita bisa mengajarkan kepada mereka bersyukur dengan apa yang sudah ada dihadapan kita. Dan juga ketika makan adab yang lain adalah berdoa dan menggunakan tangan yang kanan. Banyak orangtua yang tidak perduli tentang adab-adab ini, jadi adab makan itu, makan apa yang ada, kemudian yang kedua berdoa, duduk dan makan dengan tangan yang kanan. Banyak orang tua yang tidak begitu perduli dengan adab-adab ini, sehingga kalau kita liat banyak resepsi-resepsi pernikahan ataupun resepsi apapun pesta diselenggarakan dengan standing party, mereka berdiri, ini adalah salahsatu dimana kita beradab dalam makan dan minum. Kita harus mengajarkan dan membiasakan anak kita berdoa walaupun hanya doa ‘bissmillahirohmannirohim’, tetapi itu akan memberi berkah kepada makan yang dimakan dan akan menjauhkan syetan dari makanan yang kita makan, karena kalau kita makan tidak berdoa syetan akan ikut-ikut makan bersama dg kita, apalagi kita makan dg tangan kiri, syetan itu makan dengan tangan kiri. Itu yang kedua adab makan dan minum

Yang ketiga adalah adab berdoa, kita harus mengajarkan kepada anak-anak kita adab berdoa, adab mendengarkan adzan, adab sholat, adab membaca Al-quran itu diajarkan dan dicontohkan oleh kita kepada anakanak kita, sehingga kemudian ketika mendengar adzan anak kita kemudian tahu bagaimana caranya memperlakukan adzan ketika adzan itu sedang terdengar. Jangan malah asyik sendiri. Kemudian kita juga mengajarkan anak kita adab berdoa, duduk, berpakaian rapi, menghadap kilbat, adab sholat, bagaimana menutup aurat saat sholat, bagaimana berbusana saat sholat. Ada orangtua yang tidak begitu perduli dengan hal ini sehingga kemudian ketika sholat menggunakan kaos oblong, kaos yang tidak sopan pun dibiarkan. Alasannya kan sholat itu yang penting menutup aurat misal anak yang laki-laki menutup aurat antara pusar sampai lutut maka kemudian memakai baju yang tidak pantaspun tidak apa-apa, karena syaratnya sudah terpenuhi. Tapi sekali lagi itu adab, karena sholat itu sebetulnya kita sedang menghadap Allah aja wa jalla, penguasa langit dan bumi,penguasaha alam semesta ini, kalau kita menghadap pak camat saja suudah harus pakaian rapi, menghadap bupati, menghadap gubernur, apalagi kita sedang menghadap Allah SWT. Maka kalau memang ada pakaian yang lebih bagus,pakailah pakaian yg paling bagus yang bisa kita pakai, tapi kalau disaat itu pakaiannya hanya itu tidak masalah, tetapi kita mengajarkan adab kepada mereka adab sholat sehingga mereka tidak seenaknya saja. Itu adab anak sholat.

Kemudian juga ada yang perlu diajarkan kepada anak kita adalah adab “muamallah”, adab kita dengan orang yang lebih tua, adab anak dengan orangtuanya seperti apa, jadi dengan orang yang lebih tua, dengan ayahnya dengan ibunya itu salam cium tangan, dengan kakek nenek juga sama seperti itu kalau bisa ditambah memeluk juga bagus tapi yang paling simpel adalah bagaimana mengajarkan mereka menghormati orngtua dengan mencium tangan orangtua yang mereka hormati orangtua dan segani, itu akan menumbuhkan penghargaan dihati anak kepada orangtuanya dan menumbuhkan rasa sayang dan cinta kasih orangtua kepada anak kita, itu yang harus kita ajarkan kepada mereka, ajarkan juga bagaimana adab kepada orang yang lebih tua kakak-kakaknya atau anak yang lebih muda adik-adiknya diajarkan juga kepada mereka, dan diajarkan harus sejak kecil sejak dini jadi misalkan ada anak kecil yang suka memukul, entah memukul kakaknya atau adiknya itu harus diajarkan kepada dia jangan seperti itu ajarkan minta maaf ketika dia memukul kakaknya atau adiknya, kalau ini tidak dibiasakan malah diberi tepuk tangan malah dia akan gawat lagi akan semakin jauh.

Adab yang penting juga diajarkan kepada anak kita adalah adab untuk buang air, ini juga ada orangtua yang tidak perduli dengan adab-adab ini. Adab buang air itu di kamar mandi atau kamar kecil sehingga sebetulnya kalau kita sejak dini mengajarkan kepada anak kita buang air harus minimalkan penggunaan pempers. Dengan meminimalkan penggunaanpenggunaan pempers maka kita tahu jadwal pipis dan jadwal BAB anak kita. Dengan mengetahui jadwal pipis dan jadwal BAB anak, kita bisa memberi warning kepada dia dan mengajarkan bahwa “ini lho kamu sedang mau pipis kamu sedang mau BAB” itu bisa kita ajarkan dan mendidik dia untuk bisa BAB dikamar kecil. Tapi penggunaan pempers sekarang seolah praktis ya sehingga kemudian melihat anak-anak usia 1,5 tahun terkadang belum bisa mengatur kapan dia pipis kapan dia BAB. Dengan mengajarkan adab pipis dan waktu-waktu BAB kita bisa mengajarkan kepada dia doa masuk ke kamar kecil dan keluar dari kamar kecil, adab saat buang air kecil ataupun buang air besar. Karena kalau tidak diajarkan mereka akan buang air dengan tidak menggunaan adab. Buang air sambil berdiri misalkan kencing sambil berdiri biasanya anak-anak putra, kalau anak perempuan biasanya buang air pasti duduk, jarang-jarang ada anak putri buang air berdiri. Bahkan ada juga orang buang air ditepi jalan naik mobil atau naik motor gebelet pipis berhenti ditepi jalan kemudian tur utur utur gitu ajalah kira-kira langsung ditepi jalan gak malu, nah ini kita harus mengajarkn adab-adab ini kepada anak-anak kita karena apa karena itu bagian dari akhlak islam, Kalau kita tidak mengajarkan maka nanti anak itu akan tidak tahu bahwa itu adalah tidak sopan.

Dan kemudian yang terakhir yang harus kita ajarkan kepada anakanak kita adalah adab untuk masuk ke kamar orangtuanya, islam itu mengatur sedemikian rupa tidur anak itu terpisah antara anak laki-laki dan perempuan, jadi anak laki-laki dan perempuan itu tidurnya harus dipisahkan apalagi ketika mereka branjak semakin besar. Dan ada adab untuk ketika mereka akan masuk ke kamar orangtuanya harus mengetuk dan meninta ijin itu harus kita ajarkan, jangan sampai anak tidak tahu main masuk saja ke kamar oragtuanya. Nah termasuk juga tidak benar kalau ada orangtua yang tidur terus bersama anaknya, misalkan anak bungsu takut jika ditinggal sama orangtuanya, akhirnya ayah ibunya masih tidur bersama si bungsu walaupun sibungsu sudah berusia 3 tahun, 4 tahun, masih tidur bersama dengan orangtuanya. Ini sangat berbahaya karena sangat ada kemungkinan bisa merusak otak si anak ketika tidur bersama orangtuanya bisa melihat hal-hal yang tidak sepantasnya atau belum waktunya dia melihat hal-hal terebut. Nah mudah mudahan pendidikan adab atau etika dalam islam ini bisa membantu bapak-bapak dan ibu sekalian untuk mendidik anak-anak kita ini untuk mencintai dan melaksanakan adab-adab islami ini.

Ditulis Oleh Ustadz Arief Rahman Hakim "Psikolog Indonesia"