Kamis, 26 Agustus 2021

*BERHATI MUTIARA*ALLAH BAYAR TUNAI


Pengemudi taksi dihentikan oleh calon penumpang yang berpakaian kurang layak. Dari penampilannya dapat diduga orang itu orang tidak punya. Wajahnya terlihat kuyu dan letih.

_"Bapak mau ke mana?"_, tanya pengemudi taksi itu dengan santun, begitu ia memberhentikan mobil taksinya dan berada di samping orang yang memberhentikannya.

_"Saya mau pulang ke kampung di daerahTangerang, tetapi saya tidak punya uang untuk membayarnya"._

_"Oh, tidak apa-apa. Silahkan Bapak naik"_, sambut pengemudi taksi dengan simpati.

Pengemudi taksi itu pun mengantarkan orang miskin itu ke alamat yang dituju. 

Sesampainya di ujung gang menuju rumah, anak-anak kecil berhamburan menuju mobil taksi.
_"Ayah dataaaaang.... ayah dataaaaaang",_ teriak anak-anak itu kegirangan.

_"Mana makanannya, ayah? Kami sudah tidak tahan menahan lapar"_, rengek anak-anak kecil itu.

_"Maaf nak, ayah tidak membawa apa-apa....",_ ujar orang miskin itu tanpa menyebutkan alasannya. 

Ia tidak ingin pengemudi taksi itu berlama-lama berada di mulut gang itu. 
Bukan karena merasa malu kalau dirinya tidak mempunyai uang dan gagal membawa makanan untuk anak-anaknya, tetapi ia tahu bahwa waktu bagi pengemudi taksi adalah uang. 
Ia sudah sangat berbaik hati mengantar dirinya di tempat itu, tanpa bayaran pula.

Setelah orang miskin itu turun dan masuk rumah, pengemudi taksi itu meninggalkan lokasi. 

Ketika dalam perjalanan mengantar orang miskin itu ia melihat ada beberapa warung nasi. 
Ia pun menuju salah satu warung nasi terdekat. 
Ia beli enam bungkus nasi lengkap dengan lauk pauk dan beberapa botol air mineral. 

Ia bergegas kembali ke rumah orang miskin tadi.

Pengemudi taksi itu sampai mengucapkan syukur alhamdulillah beberapa kali dalam hati ketika melihat anak-anak dan ayahnya melahap nasi bungkus bawaannya habis dalam hitungan menit.

_"Ya Allah, mereka benar-benar sangat kelaparan..."_, gumam pengemudi taksi dalam hati.

Setelah itu, pengemudi taksi kembali ke kota untuk mencari penumpang. 

Tidak seberapa lama masuk kota, ada dua orang turis asing menghentikan taksinya.
Mereka minta diantar ke bandara Soekarno-Hatta. 

Sesampainya di tujuan, pengemudi itu segera membukakan pintu penumpang dan menurunkan koper serta tas dari bagasi.

Kedua turis asing ini memberinya 100 dolar (sekitar Rp 1,5 juta)

_"I have no change, Sir. Can you give me just one hundred thousand rupiahs..?"_, kata pengemudi itu.
( _"Saya tidak punya kembalian, tuan. Bisakah Anda memberi saya 100.000 rupiah saja?"_ )

_"Oh, no problem. Take the change for you",_ kata turis itu sambil menepuk pundak pengemudi taksi.
( _"Gak masalah. Kembaliannya ambil saja buat kamu."_ )

_"Thank you very much, Sir"._

Eehh... Saat masih berada di bandara, ada dua turis lain mendatanginya dan meminta untuk mengantarkan mereka ke sebuah hotel di pusat kota. 

Seperti yang dilakukan selama ini kepada semua penumpang, tanpa membedakan mereka itu orang pribumi atau turis asing, pengemudi taksi yang satu ini memperlakukan semua pelanggannya sama. 

Maka ketika sampai di hotel yang dituju, ia pun dengan sigap membukakan pintu penumpang, lebih cepat dari petugas hotel yang biasa menyambut para tamunya, dan menurunkan barang bawaan kedua turis itu. 

Lagi-lagi, turis asing ini memberinya 100 dolar, dan ketika dikatakan ongkosnya hanya 100.000 rupiah, turis itu malah berkata, 
_"take the change for you."_

Apa yang kemudian dilakukan pengemudi taksi yang beruntung ini?

Ia langsung pergi ke pusat penukaran uang asing. 
Ia tukarkan 200 dolar ke mata uang rupiah. 
Kemudian ia pergi berbelanja sembako, makanan ringan, buah-buahan, aneka kue dan permen. 
Dari pasar tradisional ia beli beberapa kilo telur ayam. 
Ia juga mampir ke Warung Padang, membeli enam bungkus nasi dengan lauk pauk yang paling enak. 

Setelah itu ia bergegas pergi menuju ujung jalan di kampung Tangerang tadi. 
Ia menemui orang miskin dengan kelima anaknya.

_"Allah memberi saya rezeki hari ini adalah karena Bapak, karena saya telah menolong Bapak,_
_maka jika saya memberi bantuan yang tidak seberapa ini, mohon Bapak doakan agar perbuatan ini semata-mata untuk mengharap ridha Allah_ 

_Saya kembali ke rumah Bapak ini karena saya ingin membiasakan jiwa saya dan mendidiknya untuk bergantung hanya kepada Allah Ta'ala, karena Dialah Yang Maha Pemberi rezeki._
_Saya ingin membiasakan dan mendidik jiwa saya untuk gemar bersedekah semata-mata mengharap ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala..."_

Si bapak miskin itu hanya bisa terpana tak bisa berkata apa-apa. 
Terlihat butiran-butiran bening menetes dari kedua pelupuk matanya.

Allah swt berfirman: 

ﻣَﻦْ ﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻳُﻘْﺮِﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺮْﺿًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﻓَﻴُﻀَﺎﻋِﻔَﻪُ ﻟَﻪُ ﺃَﺿْﻌَﺎﻓًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓً ۚ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻘْﺒِﺾُ ﻭَﻳَﺒْﺴُﻂُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ ﮦ 

_"Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menginfakkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan ganjaran (berupa) pembayaran kepadanya dengan jumlah yang berlipat-lipat ganda._
_Dan Allah-lah yang menyempitkan dan melapangkan (rezki)._
_Dan kepada-NYA-lah kamu akan dikembalikan."_
(QS. Al-Baqarah, 2:245)

Selamat menggapai ridha Ilahi
😊🙏

#SPIRIT FOREVER..

Jumat, 30 Juli 2021

KISAH WANITA CANTIK YANG MENCARI PEMUDA SETAMPAN NABI YUSUF AS.


Pada Suatu hari ada seorang perempuan Arab yang sangat cantik dan terkenal. Semua pemuda ingin melamarnya. Namun, perempuan cantik itu belum juga memutuskan dengan siapa dia akan menikah. Dia merasa tidak ada satu pe­muda pun yang pantas bersanding dengannya.

Semakin lama, perempuan cantik itu semakin bangga dengan kecantikannya. Ia semakin menyepelekan setiap pemuda yang datang kepadanya.

Aku hanya ingin menikah dengan pemuda setampan Nabi Yusuf, katanya.

Perempuan cantik itu kemudian memutuskan untuk mencari pemuda setampan Nabi Yusuf. Suatu hari, dia berjalan ke sebuah kota yang sangat ramai. Di tengah peijalanan, dia bertemu dengan seorang nenek tua. Akhirnya, dia berjalan bersama nenek itu.

Nenek tua, apakah kau bisa membantuku menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku? tanya si perempuan cantik.

Si nenek tua menatapnya. Hai perempuan cantik, apakah kau sudah pernah melihat ketampanan Nabi Yusuf?

Perempuan cantik itu menggeleng.

Si nenek tua kembali bertanya, Jika begitu, bagaimana kau bisa mendapatkan lelaki yang setampan dia, sedangkan kau belum pernah melihatnya?

Perempuan cantik itu diam saja mendengar pertanyaan si nenek.

Keduanya berjalan beriringan. Mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu terlihat sangat subur dan hijau.

Perempuan cantik bertanya, Menurut nenek, apakah di kampung ini ada pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku?

Pertanyaanmu aneh sekali. Aku saja baru melewati kampung ini dan aku tidak tahu apakah ada pemuda tampan di sini. Tapi menurutku, semua pemuda itu tampan. Bukankah kau tidak tahu setampan apa Nabi Yusuf? tanya si nenek.

Perempuan cantik itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nenek tua. Mereka kembali meneruskan perjalanan. Baru setengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekumpulan pemuda yang sedang berburu.

Si perempuan berbisik, Apakah di antara pemuda itu ada yang setampan Nabi Yusuf?

Nenek menjawab, ``Aku semakin tidak mengerti dengan keinginanmu, perempuan cantik. Bukankah semua pemuda itu tampan? Aku lihat, mereka banyak yang menyukaimu. Cepatlah memilih dan menikah.

Perempuan cantik itu diam dan tidak menjawab sepatah kata pun mengenai komentar si nenek. Lalu mereka terus melanjutkan perjalanan demi perjalanan sampai bertahun-tahun hingga akhirnya sampailah keduanya di sebuah hamparan tanah luas nan gersang.

Nenek, bagaimana mungkin aku dapat menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf di hamparan gersang ini? tanya si perempuan cantik.

Nenek memandangnya, Jikapun ada pemuda tam­pan di sini, mereka tentu takkan menoleh kepadamu. Wajahmu tak lagi cantik dan kau sudah menua, kata si nenek sambil mengeluarkan sebuah cermin.

Tanpa disadari, si perempuan cantik itu kini sudah menjadi tua. Perjalanan yang dilakukan dengan si nenek telah memakan waktu puluhan tahun dan menyedot kecantikannya. Ternyata, si nenek adalah malaikat yang berusaha menyadarkan perempuan itu.

... Jika ada yang menunda suatu pernikahan hanya karena ingin mencari sosok impian yang ideal menurutnya sendiri, berhati-hatilah karena bisa jadi dia akan kehilangan semuanya. Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. ...

Semoga ALLAH memberikan jodoh bagi siapa yang belum mempunyai jodoh, yang sholeh/sholehah, yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya, dan paham terhadap al-Quran, sehingga bisa membimbing anak-anaknya menuju kepada ALLAH. Aamiin




*Cara Menanamkan Adab Baik kepada Anak*


⭕ *Setelah menanamkan dan menguatkan keimanan anak pada Allah swt dan ajaran Islam, maka tanamkan bahwa Allah Ta'ala mencintai hamba-hamba Nya yang berakhlaq mulia*

Pahamkan mereka kalau seorang muslim beradab luhur seperti berkata sopan, jujur, mendengar nasehat orang tua, mau berbagi, maka akan disayang Allah swt.

⭕️ *Perlakukan anak-anak dengan akhlak mulia dan penuh kasih sayang*

Kurang kebiasaan memarahi mereka, mencela dan mempermalukan mereka.

Panggil mereka dengan panggilan sayang dan pujian semisal "soleh" atau "sohehah".

Perlakuan orang tua adalah tabungan informasi dan adab pada hati dan pikiran anak-anak.

⭕️ *Tegur secara proporsional, jangan berlebih-lebihan dan perhatikan dulu keadaan mereka*

Penting untuk terlebih dulu memberitahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan.

Pada anak pra-baligh mereka belum tahu kalau membentak orang lain tidak baik.

Bagi mereka itu respon alamiah.

Maka beritahukan pada mereka bagaimana semestinya berkata baik pada orang lain, terutama pada orang tua.

⭕️ *Jadilah orang tua responsif bukan reaksioner*

Yakni peka dengan kebaikan dan juga kesalahan anak.

Jangan biarkan anak berlarut-larut melakukan kesalahan seperti memukul kawan, merebut mainan atau makanan, segera respons dengan baik.

Beritahu dan cegah untuk tidak terulang lagi.

Adab yang kerap dilakukan anak seringkali muncul akibat orang tua tidak responsif terhadap perbuatan anak yang tidak baik.

Mereka diam atau menganggapnya wajar.

⭕️ *Jadikan adab yang baik sebagai habit dalam keluarga*

Orang tua biasa berkata lembut, tidak membentak, tidak kasar, tidak mencela, senang merangkul, memuji dan mudah memaafkan kesalahan anak.

Pembiasaan ini akan membuat anak mudah untuk melakukannya saat mereka dewasa.

⭕️ *Banyak berdoa*

Allah adalah Maha Pemberi Hidayah, Maha Pembolak-balik hati, sekeras apapun hati manusia amat mudah bagi Allah untuk melunakkannya dan memberinya hidayah.

Jangan hanya berdoa agar anak kita pandai dan juara kelas serta mudah menghafal, tapi minta juga pada Allah agar anak-anak kita dihiasi dengan akhlak mulia.

🔹 *Pahamilah, anak seperti pohon yang akan tumbuh besar. Saat dahannya masih kecil maka mudah untuk dibentuk, tapi saat sudah besar maka amat sulit untuk melakukan hal itu.*

Sumber: Ummi Abi Hebat Media Center