Jumat, 30 Juli 2021

KISAH WANITA CANTIK YANG MENCARI PEMUDA SETAMPAN NABI YUSUF AS.


Pada Suatu hari ada seorang perempuan Arab yang sangat cantik dan terkenal. Semua pemuda ingin melamarnya. Namun, perempuan cantik itu belum juga memutuskan dengan siapa dia akan menikah. Dia merasa tidak ada satu pe­muda pun yang pantas bersanding dengannya.

Semakin lama, perempuan cantik itu semakin bangga dengan kecantikannya. Ia semakin menyepelekan setiap pemuda yang datang kepadanya.

Aku hanya ingin menikah dengan pemuda setampan Nabi Yusuf, katanya.

Perempuan cantik itu kemudian memutuskan untuk mencari pemuda setampan Nabi Yusuf. Suatu hari, dia berjalan ke sebuah kota yang sangat ramai. Di tengah peijalanan, dia bertemu dengan seorang nenek tua. Akhirnya, dia berjalan bersama nenek itu.

Nenek tua, apakah kau bisa membantuku menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku? tanya si perempuan cantik.

Si nenek tua menatapnya. Hai perempuan cantik, apakah kau sudah pernah melihat ketampanan Nabi Yusuf?

Perempuan cantik itu menggeleng.

Si nenek tua kembali bertanya, Jika begitu, bagaimana kau bisa mendapatkan lelaki yang setampan dia, sedangkan kau belum pernah melihatnya?

Perempuan cantik itu diam saja mendengar pertanyaan si nenek.

Keduanya berjalan beriringan. Mereka melewati sebuah kampung. Kampung itu terlihat sangat subur dan hijau.

Perempuan cantik bertanya, Menurut nenek, apakah di kampung ini ada pemuda setampan Nabi Yusuf yang akan menjadi suamiku?

Pertanyaanmu aneh sekali. Aku saja baru melewati kampung ini dan aku tidak tahu apakah ada pemuda tampan di sini. Tapi menurutku, semua pemuda itu tampan. Bukankah kau tidak tahu setampan apa Nabi Yusuf? tanya si nenek.

Perempuan cantik itu hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan nenek tua. Mereka kembali meneruskan perjalanan. Baru setengah perjalanan, mereka bertemu dengan sekumpulan pemuda yang sedang berburu.

Si perempuan berbisik, Apakah di antara pemuda itu ada yang setampan Nabi Yusuf?

Nenek menjawab, ``Aku semakin tidak mengerti dengan keinginanmu, perempuan cantik. Bukankah semua pemuda itu tampan? Aku lihat, mereka banyak yang menyukaimu. Cepatlah memilih dan menikah.

Perempuan cantik itu diam dan tidak menjawab sepatah kata pun mengenai komentar si nenek. Lalu mereka terus melanjutkan perjalanan demi perjalanan sampai bertahun-tahun hingga akhirnya sampailah keduanya di sebuah hamparan tanah luas nan gersang.

Nenek, bagaimana mungkin aku dapat menemukan pemuda setampan Nabi Yusuf di hamparan gersang ini? tanya si perempuan cantik.

Nenek memandangnya, Jikapun ada pemuda tam­pan di sini, mereka tentu takkan menoleh kepadamu. Wajahmu tak lagi cantik dan kau sudah menua, kata si nenek sambil mengeluarkan sebuah cermin.

Tanpa disadari, si perempuan cantik itu kini sudah menjadi tua. Perjalanan yang dilakukan dengan si nenek telah memakan waktu puluhan tahun dan menyedot kecantikannya. Ternyata, si nenek adalah malaikat yang berusaha menyadarkan perempuan itu.

... Jika ada yang menunda suatu pernikahan hanya karena ingin mencari sosok impian yang ideal menurutnya sendiri, berhati-hatilah karena bisa jadi dia akan kehilangan semuanya. Allah menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan. ...

Semoga ALLAH memberikan jodoh bagi siapa yang belum mempunyai jodoh, yang sholeh/sholehah, yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya, dan paham terhadap al-Quran, sehingga bisa membimbing anak-anaknya menuju kepada ALLAH. Aamiin




*Cara Menanamkan Adab Baik kepada Anak*


⭕ *Setelah menanamkan dan menguatkan keimanan anak pada Allah swt dan ajaran Islam, maka tanamkan bahwa Allah Ta'ala mencintai hamba-hamba Nya yang berakhlaq mulia*

Pahamkan mereka kalau seorang muslim beradab luhur seperti berkata sopan, jujur, mendengar nasehat orang tua, mau berbagi, maka akan disayang Allah swt.

⭕️ *Perlakukan anak-anak dengan akhlak mulia dan penuh kasih sayang*

Kurang kebiasaan memarahi mereka, mencela dan mempermalukan mereka.

Panggil mereka dengan panggilan sayang dan pujian semisal "soleh" atau "sohehah".

Perlakuan orang tua adalah tabungan informasi dan adab pada hati dan pikiran anak-anak.

⭕️ *Tegur secara proporsional, jangan berlebih-lebihan dan perhatikan dulu keadaan mereka*

Penting untuk terlebih dulu memberitahu apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tak boleh dilakukan.

Pada anak pra-baligh mereka belum tahu kalau membentak orang lain tidak baik.

Bagi mereka itu respon alamiah.

Maka beritahukan pada mereka bagaimana semestinya berkata baik pada orang lain, terutama pada orang tua.

⭕️ *Jadilah orang tua responsif bukan reaksioner*

Yakni peka dengan kebaikan dan juga kesalahan anak.

Jangan biarkan anak berlarut-larut melakukan kesalahan seperti memukul kawan, merebut mainan atau makanan, segera respons dengan baik.

Beritahu dan cegah untuk tidak terulang lagi.

Adab yang kerap dilakukan anak seringkali muncul akibat orang tua tidak responsif terhadap perbuatan anak yang tidak baik.

Mereka diam atau menganggapnya wajar.

⭕️ *Jadikan adab yang baik sebagai habit dalam keluarga*

Orang tua biasa berkata lembut, tidak membentak, tidak kasar, tidak mencela, senang merangkul, memuji dan mudah memaafkan kesalahan anak.

Pembiasaan ini akan membuat anak mudah untuk melakukannya saat mereka dewasa.

⭕️ *Banyak berdoa*

Allah adalah Maha Pemberi Hidayah, Maha Pembolak-balik hati, sekeras apapun hati manusia amat mudah bagi Allah untuk melunakkannya dan memberinya hidayah.

Jangan hanya berdoa agar anak kita pandai dan juara kelas serta mudah menghafal, tapi minta juga pada Allah agar anak-anak kita dihiasi dengan akhlak mulia.

🔹 *Pahamilah, anak seperti pohon yang akan tumbuh besar. Saat dahannya masih kecil maka mudah untuk dibentuk, tapi saat sudah besar maka amat sulit untuk melakukan hal itu.*

Sumber: Ummi Abi Hebat Media Center