Jumat, 21 Agustus 2020

Dibalik Sebuah Ancaman.

Pernahkah diancam orang lain? Bagaimana perasaan Anda? Tentu tidak menyenangkan bukan?

Nah, sebagai orang tua terkadang kita sering sekali mengancam anak, terlebih jika tidak melakukan sesuatu yang kita inginkan.

Coba kita perhatikan, apakah anak mengerjakannya dengan suka hati atau hanya karena terpaksa?

Dalam proses mengasuh hampir setiap hari kita mengancam anak, tidak hanya di rumah, di luar rumah atau saat berpergian pun tak luput dari ancam mengancam.
Sebagai contoh:

"Ayo makannya dihabiskan, kalau tidak nanti ayamnya mati!"

"Tidur, kalau nggak tidur bunda cubit kamu!"

Mungkin terkesan sepele, namun mengancam  adalah salah satu bentuk komunikasi yang buruk.

Bahaya mengasuh dengan ancaman yang pertama tentunya anak akan meniru mengancam juga. Saat ini mungkin belum terlihat namun sesuatu hati nanti ketika mereka bertambah dewasa, jika kurang baik agamanya mereka pun akan membalas mengancam orang tuanya. Misalnya:

" Aku mau dibelikan handphone Android, kalau tidak aku mau kabur saja dari rumah!"

Nah, kena ancam juga kan jadinya?

Bahaya kedua adalah seringnya ancaman ini hanya omongan belaka. Seperti pepesan kosong, sehingga anak tidak lagi percaya ucapan orang tuanya dan kemudian orang tua akan menaikkan level ancaman di lain waktu berikutnya.

Lama-lama anak tidak lagi takut dengan ancaman kita, karena bertambahnya usia mereka akan tahu bahwa ancaman yang diberikan hanya karena orang tua tidak punya cara lain untuk menyelesaikannya.

Hal ini menandakan bahwa sesungguhnya mengancam membuktikan kelemahan orang tua.

Belum lagi bila ancaman berbentuk kebohongan, "kalau tidak makan ayamnya mati."

Apa hubungannya? 

Tidak masuk akal bukan? 

Dosa kan jadinya?

Bahaya ketiga adalah hilangnya fitrah anak. Anak tumbuh menjadi anak yang penakut dan kurang percaya diri. Selain itu tidak ada semangat dalam melakukan pekerjaannya, yang ada hanya keterpaksaan sehingga anak kurang memiliki inisiatif untuk melakukan hal hal yang baik.

Jadi, sebaiknya jangan lagi gunakan metode mengancam. Terlebih tidak benar benar berniat melakukannya. Lebih baik beri anak penjelasan serta konsekuensi yang akan mereka hadapi.

*Semoga bermanfaat*
#mekkahmadinah 
#kalamulama 🌹#hafidzquran
#sditmatahati
#deju_salju🌹🐹🐈
#komikmuslimah
#yayasanhidayatuttauhid
#sditmatahatinagreg
#pks
https://youtu.be/9tWGCoueMyY
https://youtu.be/rRyuadmEd7U
https://youtu.be/Icdy344pfI0
https://dejusalju.blogspot.com/?m=1
https://mobileedukasikarakter.wordpress.com/
#jsitindonesia 
#JSITKabupatenBandung
#jsit_indonesia #pemudahijrah
#jsitjabar #parenting
bit.ly/DejuSalju
https://m.youtube.com/watch?v=ZuTocfyVTpI&feature=youtu.be
#lagupositif #lagunasid #lagusholawat #laguanakindonesia
#iqomic #kartunislami #negeriakhirat #stayathome #ramadhan #kartun_Muslimah #kajianislam #pksmudakbbsetiapMasalahAdaSolusi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar